Tuesday, November 27, 2012

Baik bertambah baik dan jahat bertambah jahat

Penutup kitab Wahyu, kalau Tuhan penuh cinta, mengapa membiarkan yang jahat bertambah jahat?

Tapi saya teringat akan situasi-situasi dimana ambigu yang luar biasa harus terjadi. Keadaan dimana orang suka berbicara tidak resmi sehingga menimbulkan suatu suasana (yang tidak perlu) dimana ambigu yang besar terjadi, sekelompok orang berbicara tidak resmi tentang satu hal, sekelompok orang lain berbicara tidak resmi tentang hal lain.
Pada suasana seperti itu, orang berbicara apapun dapat diartikan macam-macam bahkan sesuatu seperti "Semangkanya enak".
Pada suasana seperti ini bagaimana mengklarifikasikan maksud anda? Sudah bingung sekali dan bertambah bingung. Makanya kebohongan akan membawa kita jatuh, karena pegangan akan kenyataan kita semakin goyah.
Pada keadaan seperti ini yang berpegang pada kenyataan akan menjalani hidup, dan yang berpegang pada kebohongan akan memikirkan hal-hal yang jahat.

Ayolah kita berhenti mengagung-agungkan hak kita untuk salah mengerti dan jadi orang yang terus mau belajar.

Friday, November 23, 2012

Tuhan Yesus!

Tuhan Yesus adalah penyelematku
Tuhan Yesus adalah anak Bapa yang penuh cinta
Biarlah dia jadi sumber segala-galanya buat saya selama-lamanya
Tuhan saya mau Kau jadikan berguna, jadilah kehendak-Mu Tuhan Yesus.

Sunday, November 18, 2012

Kontradiksi perjalanan ke Damaskus, harvardhouse.com

Privacy policy:
Link ini akan mengarah ke situs yang bukan milik saya, mereka dapat saja mengambil informasi tentang anda ketika anda mengunjungi situs ini.

http://www.harvardhouse.com/sauloftarsus_contradiction_acts.htm

Darah Yesus membebaskan

Hukum apakah yang dibawa oleh Yesus?
Menurut saya hukum taurat adalah hukum yang berlaku di dunia yang diciptakan oleh Tuhan dalam 6 hari.
Begitu orang berdosa, hukum itu semakin dan semakin nyata karena konsekuensi dari dosa itu juga semakin nyata. Pembunuhan menyebabkan pembalasan dendam, bersaksi dusta menyebabkan perselisihan di dalam komunitas dan sebagainya.
Ini adalah kenyataan. Secara pribadi saya mengkategorisasikan ini sebagai hukum taurat natural, atau hukum-hukum yang berlaku secara alami, termasuk tingkat kualitas nasehat-nasehat di dalam amsal.

Perintah-perintah Tuhan dalam 613 hukum Taurat, mungkin adalah petunjuk dari Tuhan menghadapi kenyataan ini. Dan bukan itu saja, hukum seperti mengorbankan merpati setelah tahir dari kusta, jangan makan babi atau kerang, adalah hukum-hukum yang berusaha menjauhi maut, kekotoran, penyakit, dan masalah-masalah alami lainnya, hukum-hukum ini juga berlaku dalam hidup Yesus, dimana Dia menjauhi dosa dan berhasil untuk hidup selama-lamanya.

Perintah-perintah dalam 613 hukum tersebut seperti pola yang diaktifkan di dunia ini, dan kita tahu bahwa dunia ini fractal, yaitu pola yang ada sering punya ekuivalen dan akan menimbulkan pola yang sama di dimensi yang berbeda. Contoh, DNA programming ---> berulang menjadi computer programming. Flight simulation----> berulang menjadi kendali jarak jauh pesawat-pesawat yang nyata. Perang----> berulang menjadi video game. 613 hukum taurat -----> Yesus.

Berdasarkan hukum Taurat, kita ini pantas mati, mati dalam arti uselessness atau jadi makhluk tidak berguna. Tapi ketika dunia membuat Yesus seorang manusia menjadi tidak berguna, Tuhan menekan tombol self destruct untuk dunia ini dan membuat dunia yang diciptakan dalam 6 hari itu menjadi tidak sempurna. Karena Yesus tidak sepantasnya menjadi tidak berguna.

Oleh karena itu hukum Taurat akan berlalu dan karena Yesus, hukum taurat akan digantikan oleh hukum-hukum baru, karena kini Tuhan telah menciptakan dunia yang sempurna yang lain, yaitu tubuh Yesus.

Tapi selama dunia atau administrasi-administrasi yang telah Tuhan ciptakan dalam 6 hari itu masih ada, hukum taurat tetap berlaku. Itulah sebabnya orang-orang yang pintar hukum Taurat juga akan pintar akan seluk-beluk dunia, dan tidak sedikit yang memutuskan untuk memanfaatkannya dalam dunia bisnis dan/atau dunia ilmu pengetahuan praktis.

Ketika Saulus dalam perjalanan ke damaskus, dia bersama teman-temannya terjatuh oleh cahaya dan suara Tuhan, dia dapat mendengar apa yang Tuhan katakan namun teman-temannya tidak dapat mendengarnya, mereka hanya mendengar suara-suara tapi tidak ada orang di sana.

Paulus yang taat hukum itu melihat cahaya Tuhan, dan dicerahkan pikirannya. Dia menyadari bahwa orang yang mencintai Roh Kudus, mencintai Kebenaran dan akan menghormati hukum Taurat, tetapi hukum itu tidak akan berteman dengan manusia, jadi selama ini dia telah mengabdikan hidupnya kepada musuh kemanusiaan, kemanusiaan yang berdosa, yaitu dia dan semua orang lain kecuali Tuhan Yesus.

Paulus menulis dalam surat suratnya sebagai orang yang dilepaskan dari hukum Taurat, namun menurut saya tidak semua orang memiliki sudut pandang ini. Seandainya anda adalah orang yang suka balap mobil, anda akan dinasihati oleh seorang bekas pembalap untuk jalan lebih pelan. Tapi kalau anda adalah orang yang suka menutupi jalan orang lain, sepertinya anda jangan menganggap nasihat yang diberikan dari bekas pembalap itu dikhususkan buat anda.

Kini karena Tuhan Yesus, ada tempat baru buat orang percaya di dalam kekekalan yang hidup dan penuh cinta, sudah sepantasnya kita memikirkan dan mengikuti teladan Tuhan Yesus agar Tuhan Yesus menganggap kita keluarga-Nya dan kemudian kita tidak perlu diadili lagi berdasarkan hukum Taurat, karena sebagai Yesus, kita sudah dizalimi oleh hukum Taurat, jadi Tuhan menganggap tidak ada seekor makhluk pun (setan) yang bisa menuntut kita lagi atas pelanggaran kita melawan hukum Taurat.

Sebaliknya kini kita bisa dengan bebas mencintai Tuhan Yesus, mencintai kebaikan, tanpa harus berhutang kepada setan yang jasa-jasanya telah dimanfaatkan oleh manusia. Karena sekali lagi, setan adalah si perusak, dan dunia yang seharusnya kekal ini, karena Tuhan Yesus, sudah bisa rusak.
Jadi kalau kita keluarganya Tuhan Yesus, utang-utang kita tidak perlu dibayar lagi.

Kedua alasan ini tidaklah mutually exclusive.

Dan sebagai orang-orang yang telah diselamatkan, dalam cinta kita kepada Tuhan Yesus, tentulah pengikut-pengikut Yeshua ingin melakukan apa yang diinginkan oleh Tuhan.
Dan inilah hukum-hukum yang akan diikuti oleh pengikut-pengikut Yesus, yaitu hukum Taurat pada kesempatan dimana hukum-hukum itu bermanfaat untuk keselamatan dan cinta kepada Tuhan dan sesama. Tapi dimana hukum-hukum tersebut menjadi tidak mendukung keselamatan dan cinta kepada Tuhan dan sesama, pengikut Tuhan Yesus akan bertindak sepantasnya.

Dengan demikian inilah kebebasan itu: Dapat melakukan segala yang diinginkannya selamanya.
Ketika kita menjadi pengikut Yesus, keinginan kita adalah melakukan Tuhan Yesus.
Karena Tuhan Yesus adalah Firman Tuhan yang hidup, hukum Tuhan yang hidup, maka hukum-hukum itu akan berlaku di kenyataan sampai selama-lamanya. Dan dengan demikian kita bebas.

Ada hukum-hukum yang menyenangkan tapi tidak berlaku untuk selama-lamanya, hukum-hukum yang tidak berasal dari Roh Kudus atau roh kebenaran. Rasanya mengikuti hukum-hukum ini mungkin bisa bebas, karena hukum-hukum ini menyenangkan... tapi sayang, hukum-hukum ini sebenarnya tidak berlaku selama-lamanya.