Wednesday, January 23, 2019

Arisan dengan format Komsel

Kegiatan sharing dan belajar seperti komunitas sel, tapi ketika waktu "persembahan"/arisan, yang mendapat giliran mendapatkan arisan terlebih dahulu menjelaskan apa yang ingin dicapainya, bisa menolong saudaranya, atau membeli kebutuhannya, atau berterimakasih kepada seseorang, dan lain lain. Sumbangan kemudian dijalankan dan para hadirin komsel menyumbang sekehendak hati mereka.
Kali komsel selanjutnya, yang mendapatkan arisan yang lalu memberikan pertanggung jawaban akan penggunaan uang tersebut dan hasilnya.

Tujuan dari kegiatan ini:

1. Membantu mengumpulkan dana untuk tujuan yang besar yang sulit dicapai sendirian
2. Berusaha bersahabat dengan baik dan produktif dan saling menghormati adalah keuntungan ekstra.
3. Menghormati kegiatan akuntansi dan audit
4. Melatih public speaking/presentasi, articulation skills, dan stakeholders empathy.
5. Menghormati konteks atau tema rohani dibalik keberhasilan material. 

Wednesday, November 28, 2018

God is not Absolutely omnipotent yet

God is very very powerful, based on what I know about Christianity I say that God is 99.9999...to the infinite % absolutely omnipotent.
The fact that there’s depression, and extreme sufferings in the world proves that God is not yet absolutely omnipotent, He is not able to create a solution to achieve what’s going to be achieved without letting those took place in existence.
However I feel that we humans are here in order to help God achieve that. And when He achieve that, I want to be a part of the success. And I’m going to be a part of the success

Wednesday, October 17, 2018

Menjawab keberatan "Alkitab tidak jujur"

Menjawab pertanyaan
Tuhan Yesus bilang janganlah diketahui apa yang diperbuat tangan kananmu oleh tangan kirimu, kenapa Tuhan Yesus menyembuhkan orang di depan umum, bukannya itu malah pamer? Kalau itu maksudnya ada saatnya kita melakukan sesuatu secara rahasia ada saatnya melakukan sesuatu di muka umum, berarti kata-kata Tuhan Yesus itu tidak mencakup semua kompleksitas hidup dong, berarti mungkin Dia makhluk sederhana dan bukan Tuhan karena menyebutkan pernyataan seperti itu.

Jawaban saya:
Semua orang itu luar biasa kompleks, tapi semua orang menghadapi masalah, sehingga dalam bermasyarakat kita berkomitmen agar bisa bekerja sama dengan orang lain dengan cara mengurangi kompleksitas lingkungan sekitar mereka.

Contoh:
Ada berbagai cara menghitung nilai aset, tapi sekarang semua orang sudah tahu kalau pajak menghitung nilai aset itu 4 tahun,  8 tahun, 16 tahun, 20 tahun, terlepas dari keunikan dan kompleksnya peran setiap aset di tiap bisnis, dan di tiap periode, dan tingkat kerusakannya tiap kali penggunaan.

Sehingga kalau kita menuntut Tuhan Yesus menjadi simpel dan selalu bisa dimengerti itu seperti menuntut diri anda sendiri menjadi robot tingkat rendah. Anda terlalu kompleks untuk itu. Dan tidak manusiawi seseorang setiap saat dan setiap waktu menjadi simpel demi berguna bagi orang lain. Haruslah ada waktu untuk tiap orang untuk berhenti atau beristirahat dari menjadi bagian aktif dari masyarakat.
Dan tidak manusiawi kalau kita menganggap kita sudah mengerti tentang seseorang sepenuhnya, berarti orang itu bukan manusia karena bisa betul-betul dimengerti, hal itu tidak mungkin.

Begitu juga dengan perkataan Tuhan Yesus, ajaran-Nya adalah untuk semua orang di setiap saat, termasuk saat mereka menjadi diri mereka sendiri yang kompleks. Tidaklah memenuhi tujuan kalau alkitab semuanya simpel, itu berarti tujuan dari alkitab hanyalah untuk menjadikan orang bagian dari masyarakat. Padahal yang mengenal betapa kompleksnya seorang manusia itu Tuhan, tidak mungkin Tuhan hanya peduli pada manusia hanya kalau dia menjadi bagian dari masyarakat.

Maksud saya adalah alkitab sebagai ekspresi dari Firman Tuhan tidaklah aneh kalau ada bagian yang tidak mengikuti norma, sama seperti dunia ciptaan Tuhan ini belum semuanya bisa dimengerti oleh kita semua. Bagian yang simpel itu berguna bagian yang kompleks itu berguna juga, kenyataan itu bisa dibuat simpel bisa dilihat juga secara kompleks, tidaklah bijaksana menuntut Firman Tuhan menjadi dokumen yang perpandangan sempit. 

Sunday, September 23, 2018

Random language and team building

So a team leader could use random language to solidify respect among the team.
Make the whole team create a circle and make them do 3 steps:
1. Blabber gibberish that you yourself don't understand for 10 seconds and then the next person and the next person. At the end the leader asked to the team, do you think you know more about each other?
2. Blabber gibberish in another style of "language" that you made up. 10 seconds then next person, then next person. And at the end ask each of the members do you think you know each other even better now?
3. Tell them to close their eyes and imagine important memories in their life, while talking gibberish. At the end, ask them now do you think you know each other better now?

The right answer should be, I get more information about you but it doesn't mean the conclusion that I make out of that information would definitely better than when I haven't acquired that information. Whether it's gibberish or understandable words, you should not overestimate your limitation and able to say "I don't know" about each other.

Now this is just my imagination:
A customer abuses a team member, she felt really down, another team member came to her hold her hands and whispered something to her... she laughed or at least her mood gets better and she seemed to forget about the customer a little bit. The customer became agitated and started to lose his/her self check, he/she ended up said something legally incriminating and the company used it to compensate for the team member.
Turned out the friend only whispered gibberish to her.

In this case, the friend was communicating:
I don't really understand how you feel right now, I don't know what you're thinking, but I'm here and we are a team and I'm paying close attention to the situation.

Wednesday, August 22, 2018

Articulating Christianity

Christianity is:
Obsession towards goodness, when it stops considering obsession towards power as a "balancer" and realize the truth that obsession towards power is just trash.

Sunday, July 15, 2018

God's Freedom

If I believe in God, then it would be a good relationship for me to maintain God's freedom.
I would like to not cause more complications for God if He were to take all of my money or to fail my ventures.
If I'm in sustainable position (not necessarily very comfortable) and I were to bet my life on something that's more ambitious in nature and less about saving lives, what position would I made God to be in?

But I believe that my God would go all out if it's about saving lives. Otherwise He is not my God.